Enough is Enough
Ah, senangnya akhirnya punya bahan bakar untuk menulis lagi. Karena lagi resah dan sepertinya lebih baik kalau aku simpan di sini, jadi mau ngomongin soal ini deh. Belakangan aku sering ngeliat thread yang format yang kurang lebih begini: Istri to single. Single to istri. Ibu to childfree. Childfree to ibu. Lalu lanjut paket kalimat, "Ini namanya..." yang berisi penjelasan tentang bagaimana fase hidup yang lagi dijalani sekarang yang beda dengan lawan tujuannya. Awalnya aku mencoba memahami, "oh mungkin mau ngasih POV yang beda kali ya". Mungkin, friendly reminder bahwa fase hidup yang lagi dijalani ini, yang beda dengan yang lain pun menyenangkan. Tapi entah kenapa, makin kesini, rasanya makin ngga nyaman tiap membaca. Bukan karena aku tersinggung dengan salah satu posisi. Bukan juga karena aku merasa pilihan hidup tertentu salah. Yang buat aku ngga nyaman adalah cara pesannya disampaikan. Sering kali, tanpa sadar, narasinya berubah menjadi semacam perlombaan. Seol...